JAECOO J7 SHS-P SUV dengan teknologi Super Hybrid System plug-in hybridJAECOO J7 SHS-P menggunakan sistem Super Hybrid System Plug-in.

JAECOO J7 SHS-P menggabungkan mesin bensin dan motor listrik melalui teknologi plug-in hybrid. Kombinasi ini membuat biaya pemakaian tidak cukup dihitung dari konsumsi bensin saja: pemilik juga perlu menghitung energi listrik untuk mengisi baterai. Seberapa besar perkiraan pengeluaran bulanan jika mobil digunakan untuk aktivitas harian dan perjalanan akhir pekan?

Artikel ini menyajikan simulasi transparan untuk jarak 1.500 km per bulan, dengan asumsi 1.000 km menggunakan tenaga listrik dan 500 km menggunakan mesin bensin. Angka tersebut merupakan skenario perhitungan, bukan janji biaya aktual atau hasil uji independen. Harga energi menggunakan acuan Jabodetabek per 1 November 2026.

Mengenal sistem energi JAECOO J7 SHS-P

JAECOO J7 SHS-P adalah plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Kendaraan ini membawa mesin bensin 1.5 turbo, motor listrik, baterai traksi, dan Dedicated Hybrid Transmission. Baterainya dapat diisi dari sumber listrik eksternal, sementara tangki bensin tetap dapat diisi di SPBU. Sistem kendaraan mengatur pemanfaatan mesin dan motor listrik sesuai kondisi baterai serta kebutuhan tenaga.

Materi resmi JAECOO mencantumkan baterai 18,3 kWh, tangki bensin 60 liter, serta klaim jarak EV hingga 100 km pada publikasi April 2026. Publikasi resmi lain pada Juni 2026 menyebut kemampuan berkendara listrik hingga 115 km. Angka tersebut berasal dari publikasi dan konteks pengujian yang berbeda; calon pembeli sebaiknya mengonfirmasi spesifikasi serta metode pengujian pada unit dan tahun model yang ditawarkan.

Asumsi simulasi 1.500 km per bulan

JAECOO pernah mempublikasikan contoh pemakaian sekitar 1.500 km per bulan: kurang lebih 50 km per hari kerja atau 1.000 km, ditambah sekitar 500 km perjalanan lain selama sebulan. Untuk membuat hitungan mudah diperiksa, simulasi di artikel ini menggunakan pembagian berikut:

  • 1.000 km menggunakan mode EV, dengan asumsi konsumsi energi sederhana setara satu baterai 18,3 kWh untuk sekitar 100 km.
  • 500 km menggunakan mesin bensin, dengan asumsi efisiensi 35 km/liter yang dipublikasikan JAECOO.
  • Pengisian listrik dilakukan di rumah pada tarif pelanggan 1.300–2.200 VA.
  • Harga bensin menggunakan Pertamax Jabodetabek per 1 November 2026.

Asumsi 18,3 kWh per 100 km dalam contoh ini merupakan pendekatan sederhana dari kapasitas baterai 18,3 kWh dan klaim jarak EV 100 km. Ini bukan pengukuran konsumsi listrik aktual. Energi yang ditarik dari jaringan dapat berbeda karena cadangan baterai, rugi pengisian, kondisi suhu, kecepatan, beban, dan karakter perjalanan.

Tarif listrik dan bensin yang digunakan

Untuk pelanggan rumah tangga nonsubsidi 1.300 VA dan 2.200 VA, tarif listrik November 2026 tercantum Rp1.444,70 per kWh. Sementara itu, harga Pertamax di wilayah Jabodetabek pada 1 November 2026 adalah Rp15.950 per liter. Tarif listrik bergantung pada golongan daya, sedangkan harga BBM dapat berbeda antardaerah dan berubah sesuai penetapan terbaru.

Simulasi biaya operasional per bulan

A. Biaya listrik untuk 1.000 km mode EV

Jika pendekatan kebutuhan listrik adalah 18,3 kWh untuk setiap 100 km, maka 1.000 km membutuhkan sekitar 183 kWh. Dengan tarif rumah Rp1.444,70 per kWh, estimasi biayanya adalah 183 × Rp1.444,70 = Rp264.380.

B. Biaya bensin untuk 500 km

Dengan asumsi konsumsi 35 km/liter, kebutuhan bensin untuk 500 km adalah sekitar 14,29 liter. Pada harga Pertamax Rp15.950 per liter, estimasi biayanya adalah 14,29 × Rp15.950 = Rp227.857.

C. Total estimasi energi

KomponenAsumsiEstimasi biaya
Listrik mode EV183 kWh × Rp1.444,70Rp264.380
Bensin14,29 liter × Rp15.950Rp227.857
Total per bulan1.500 kmRp492.237
Estimasi per tahun12 bulan dengan pola samaRp5.906.847

Dengan asumsi tersebut, kebutuhan energi berada di sekitar Rp492 ribu per bulan atau Rp16,4 ribu per hari kalender. Angka tersebut belum memasukkan rugi pengisian, biaya pemasangan charger, biaya servis, pajak, asuransi, parkir, ban, maupun penyusutan kendaraan.

Bagaimana dibandingkan jika seluruh jarak memakai bensin?

Sebagai pembanding matematis, bila seluruh 1.500 km dihitung menggunakan asumsi konsumsi 35 km/liter dan harga Pertamax Rp15.950 per liter, kebutuhan bensin menjadi sekitar 42,86 liter. Biayanya sekitar Rp683.571 per bulan. Perbedaan dengan simulasi PHEV di atas sekitar Rp191 ribu.

Pembanding ini hanya menunjukkan dampak pembagian energi pada satu skenario J7 SHS-P. Ini bukan perbandingan langsung dengan SUV bensin tertentu, karena konsumsi SUV lain mungkin lebih tinggi atau lebih rendah dari 35 km/liter. Hasil nyata juga bergantung pada seberapa sering pemilik mengisi baterai dan seberapa jauh mobil berjalan dalam mode EV.

Membaca angka simulasi resmi JAECOO

Dalam artikel bertanggal 6 April 2026, JAECOO mempublikasikan estimasi biaya energi J7 SHS-P sekitar Rp486.814 per bulan atau sekitar Rp5,84 juta per tahun untuk skenario penggunaan 1.500 km. Publikasi tersebut memakai asumsi harga listrik Rp1.700 per kWh dan bensin Rp12.300 per liter. Publikasi JAECOO pada 15 Juni 2026 juga menyebut simulasi penggunaan mode EV pada hari kerja dan bensin pada akhir pekan, dengan biaya tahunan sekitar Rp5,8 juta.

Angka resmi tersebut merupakan simulasi pabrikan, bukan jaminan biaya setiap pemilik. Publikasi April juga menampilkan sejumlah metrik konsumsi energi yang tidak menguraikan secara terperinci pembagian kWh dan liter untuk setiap bagian perjalanan. Karena itu, pembaca sebaiknya tidak mencampur angka konsumsi dari tabel tersebut tanpa mengetahui metode perhitungannya. Model hitung di artikel ini sengaja menyatakan asumsi kapasitas baterai, jarak EV, jarak bensin, dan tarif agar dapat diperiksa ulang.

Apa yang membuat biaya aktual bisa berubah?

  • Frekuensi pengisian baterai: semakin rutin baterai diisi di rumah, semakin besar peluang memanfaatkan mode EV pada rutinitas harian.
  • Jarak perjalanan dan kecepatan: kecepatan tinggi, kemacetan, tanjakan, dan muatan dapat memengaruhi konsumsi listrik maupun bensin.
  • Penggunaan AC dan aksesori: suhu kabin, perangkat elektronik, dan kondisi cuaca bisa memengaruhi kebutuhan energi.
  • Rugi pengisian: energi yang tercatat pada meter listrik dapat lebih besar daripada energi yang tersimpan di baterai.
  • Tarif dan harga energi: tarif listrik mengikuti golongan daya, sedangkan harga BBM dapat berubah dan berbeda antarwilayah.
  • Kondisi kendaraan: tekanan ban, perawatan, kesehatan baterai, dan pembaruan sistem juga berpengaruh.

Cara mengoptimalkan pemakaian JAECOO J7 SHS-P

  • Isi baterai secara rutin ketika kendaraan terparkir di rumah atau lokasi pengisian yang aman dan kompatibel.
  • Gunakan mode berkendara sesuai kebutuhan dan kondisi baterai.
  • Rencanakan perjalanan harian agar penggunaan mode EV dapat dimanfaatkan secara efektif.
  • Jaga tekanan ban dan lakukan perawatan sesuai jadwal pabrikan.
  • Catat jarak tempuh, kWh yang masuk, dan liter bensin yang digunakan selama beberapa minggu untuk menghitung biaya pribadi.
  • Periksa tarif listrik serta harga bahan bakar terbaru sebelum memperbarui anggaran bulanan.

Kesimpulan: biaya PHEV ditentukan oleh cara pemakaian

Untuk skenario 1.500 km per bulan dengan 1.000 km menggunakan mode EV dan 500 km menggunakan bensin, simulasi berdasarkan tarif Jabodetabek 1 November 2026 menghasilkan estimasi sekitar Rp492 ribu untuk energi listrik dan bensin. Angka ini bukan total biaya kepemilikan kendaraan dan dapat berubah jika pembagian jarak EV-bensin, cara pengisian, konsumsi aktual, maupun harga energi berubah.

JAECOO J7 SHS-P akan lebih mudah dimanfaatkan sebagai PHEV bila pemilik memiliki akses pengisian yang memadai dan kebiasaan mengisi baterai secara teratur. Sebelum membeli, minta dealer menjelaskan perangkat home charging, biaya instalasi, konsumsi aktual berdasarkan kondisi penggunaan, garansi baterai dan komponen hybrid, serta jadwal perawatan secara tertulis.

Sumber dan referensi

Lanjutkan: Pelajari detail JAECOO J7 SHS-P, lalu minta informasi atau jadwalkan test drive melalui Momorev. Ketersediaan unit dan jadwal akhir dikonfirmasi dealer.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *