JAECOO J8 SHS-P ARDIS SUV plug-in hybridSumber gambar: JAECOO Indonesia

JAECOO J8 SHS-P ARDIS menggabungkan baterai plug-in hybrid berkapasitas 34,46 kWh dengan mesin bensin 1.5 TGDI. Kombinasi tersebut memberi fleksibilitas: perjalanan tertentu dapat menggunakan tenaga listrik, sementara mesin bensin memperluas kemampuan perjalanan ketika jarak atau kebutuhan daya meningkat.

Namun, berapa biaya energi yang perlu disiapkan setiap bulan? Jawabannya tidak hanya ditentukan spesifikasi mobil, tetapi juga jarak perjalanan, seberapa sering baterai diisi dari sumber listrik eksternal, tarif listrik rumah, dan harga BBM. Momorev menyusun simulasi berikut dengan acuan harga energi yang berlaku pada 1 November 2026.

Data Dasar JAECOO J8 SHS-P ARDIS

JAECOO Indonesia menyebut J8 SHS-P ARDIS memiliki baterai 34,46 kWh, kemampuan berkendara listrik hingga 180 km, dan konsumsi bensin sekitar 23,7 km/liter. Pabrikan juga mempublikasikan simulasi biaya energi untuk pemakaian 1.500 km per bulan. Angka tersebut merupakan estimasi pabrikan dan bukan jaminan konsumsi setiap pengguna.

ParameterAcuan simulasi
Kapasitas baterai34,46 kWh
Jarak berkendara EVHingga 180 km per pengisian penuh (klaim JAECOO)
Konsumsi bensinSekitar 23,7 km/liter (angka yang dipublikasikan JAECOO)
Jarak perjalanan bulanan1.500 km
Tarif listrik rumah tanggaRp1.444,70/kWh untuk golongan R-1/TR 1.300 VA dan 2.200 VA
Harga Pertamax JabodetabekRp15.950/liter per 1 November 2026

Tarif listrik mengacu pada tarif PLN November 2026 untuk pelanggan rumah tangga nonsubsidi 1.300 VA dan 2.200 VA. Harga Pertamax mengacu pada wilayah Jabodetabek, sehingga angka BBM dapat berbeda di wilayah lain maupun ketika Pertamina mengubah harga.

Metode Perhitungan

Untuk membuat perhitungan yang transparan, simulasi ini menggunakan kapasitas baterai dibagi jarak EV yang dipublikasikan: 34,46 kWh untuk 180 km. Hasilnya sekitar 19,14 kWh per 100 km sebagai pendekatan energi baterai untuk model simulasi ini.

Biaya listrik dihitung dari kebutuhan energi baterai dikalikan tarif listrik rumah. Sisa jarak bulanan diasumsikan ditempuh dengan bensin, lalu dibagi konsumsi 23,7 km/liter dan dikalikan harga Pertamax Rp15.950/liter.

Rumus pendekatan:

  • Energi EV = (jarak EV bulanan ÷ 180 km) × 34,46 kWh.
  • Biaya listrik = energi EV × Rp1.444,70/kWh.
  • Liter bensin = jarak dengan bensin ÷ 23,7 km/liter.
  • Biaya bensin = liter bensin × Rp15.950/liter.
  • Total biaya energi = biaya listrik + biaya bensin.

Simulasi Biaya Energi untuk 1.500 km per Bulan

Tabel berikut memperlihatkan bagaimana biaya energi berubah ketika porsi perjalanan listrik bertambah. Jarak EV dalam tabel merupakan akumulasi pemakaian selama sebulan, sehingga pengguna dapat mengisi baterai lebih dari satu kali.

Skenario jarak EVJarak bensinBiaya listrikBiaya bensinTotal/bulan
0 km1.500 kmRp0Rp1.009.494Rp1.009.494
180 km1.320 kmRp49.784Rp888.354Rp938.139
540 km960 kmRp149.353Rp646.076Rp795.429
900 km600 kmRp248.922Rp403.797Rp652.719
1.500 km0 kmRp414.870Rp0Rp414.870

Simulasi ini menunjukkan bahwa semakin besar bagian perjalanan yang dapat dilakukan dengan tenaga listrik, semakin kecil kebutuhan bensin. Dalam skenario 540 km EV dan 960 km bensin, estimasi energi mencapai sekitar Rp795 ribu per bulan. Jika 900 km dapat ditempuh dengan listrik dan 600 km dengan bensin, estimasinya sekitar Rp653 ribu per bulan.

Skenario 1.500 km sepenuhnya EV membutuhkan sekitar 287,17 kWh energi baterai menurut pendekatan kapasitas dan jarak di atas. Angka tersebut berarti pengisian berulang sepanjang bulan, bukan satu kali pengisian. Ketersediaan tempat pengisian dan pola perjalanan akan menentukan apakah skenario ini realistis bagi pemilik.

Perkiraan Biaya untuk Tiga Bulan dan Satu Tahun

Untuk membantu membuat anggaran, berikut proyeksi sederhana jika jarak dan pola penggunaan bulanan tetap sama selama periode tersebut.

SkenarioPer bulan3 bulan12 bulan
180 km EV + 1.320 km bensinRp938.139Rp2.814.416Rp11.257.666
540 km EV + 960 km bensinRp795.429Rp2.386.287Rp9.545.148
900 km EV + 600 km bensinRp652.719Rp1.958.158Rp7.832.631
1.500 km EVRp414.870Rp1.244.609Rp4.978.436

Bagaimana dengan Estimasi Resmi JAECOO?

Dalam artikel bertanggal 6 April 2026, JAECOO Indonesia mempublikasikan estimasi biaya energi J8 SHS-P ARDIS sekitar Rp584.793 per bulan atau sekitar Rp7,02 juta per tahun, dengan asumsi perjalanan 1.500 km per bulan. Pada saat simulasi tersebut dibuat, harga energi yang dicantumkan adalah Rp1.700/kWh untuk listrik dan Rp12.300/liter untuk bensin.

Angka pabrikan tersebut sebaiknya dibaca sebagai simulasi dengan asumsi internal JAECOO, bukan angka yang otomatis berlaku untuk semua pemilik. Tabel ringkas artikel resmi juga mencantumkan angka konsumsi energi 5,22 kWh/100 km. Angka itu tidak langsung konsisten bila dihitung dari kapasitas baterai 34,46 kWh dibagi jarak EV 180 km, yang menghasilkan sekitar 19,14 kWh/100 km. Karena itu, Momorev tidak mencampur kedua angka tersebut dalam satu rumus. Perhitungan alternatif di artikel ini menggunakan rasio kapasitas baterai terhadap jarak EV, disertai penjelasan asumsi.

Apa Saja yang Belum Termasuk dalam Simulasi?

Estimasi di atas hanya menghitung energi listrik dan bensin. Beberapa komponen biaya kepemilikan belum dihitung, antara lain:

  • Kerugian energi selama proses pengisian baterai dan konsumsi listrik perangkat pengisi daya.
  • Biaya pemasangan wall charger, penyesuaian instalasi listrik, atau pengisian di SPKLU.
  • Biaya parkir, tol, pencucian, servis berkala, ban, dan komponen aus.
  • Pajak kendaraan, asuransi, pembiayaan, dan depresiasi nilai kendaraan.
  • Perubahan tarif listrik, harga BBM, kondisi lalu lintas, cuaca, dan gaya berkendara.

Konsumsi aktual juga dapat berbeda dari klaim pabrikan. Perjalanan berkecepatan tinggi, tanjakan, membawa banyak penumpang, penggunaan AC, temperatur, tekanan ban, dan kondisi baterai dapat memengaruhi efisiensi. Selain itu, angka 23,7 km/liter merupakan angka yang dipublikasikan JAECOO; hasil pada penggunaan nyata perlu diverifikasi melalui test drive dan pengalaman pemilik.

Cara Menekan Biaya Energi JAECOO J8 SHS-P ARDIS

  • Isi baterai secara teratur di rumah ketika tarif dan fasilitas pengisian memungkinkan.
  • Gunakan mode EV untuk perjalanan pendek yang sesuai dengan sisa daya dan kondisi rute.
  • Rencanakan perjalanan agar tidak sering mengulang rute atau terjebak kemacetan yang tidak perlu.
  • Jaga tekanan ban sesuai rekomendasi dan lakukan servis sesuai jadwal pabrikan.
  • Gunakan mode berkendara sesuai kebutuhan, bukan selalu memilih akselerasi paling agresif.
  • Catat jarak tempuh, listrik yang masuk ke baterai, dan liter BBM setiap bulan untuk mengetahui biaya aktual kendaraan.

Apakah JAECOO J8 SHS-P ARDIS Efisien untuk Keluarga?

J8 SHS-P ARDIS menawarkan fleksibilitas PHEV untuk keluarga yang membutuhkan SUV besar dan memiliki akses pengisian daya. Pengguna yang rutin mengisi baterai berpotensi mengurangi pemakaian bensin dalam perjalanan sehari-hari. Untuk perjalanan jauh, mesin bensin tetap memberi fleksibilitas ketika fasilitas pengisian tidak tersedia di sepanjang rute.

Namun, keputusan pembelian sebaiknya tidak hanya berdasarkan biaya energi. Pertimbangkan harga kendaraan, biaya pembiayaan, kebutuhan tujuh penumpang, layanan purnajual, garansi baterai, dan ketersediaan fasilitas pengisian. Mintalah dealer memberikan spesifikasi serta ketentuan garansi tertulis untuk unit yang ditawarkan.

Kesimpulan

Biaya operasional JAECOO J8 SHS-P ARDIS sangat dipengaruhi porsi perjalanan listrik dan bensin. Dengan asumsi 1.500 km per bulan, tarif rumah tangga 1.300–2.200 VA Rp1.444,70/kWh, Pertamax Rp15.950/liter, jarak EV hingga 180 km per pengisian, dan konsumsi bensin 23,7 km/liter, simulasi menghasilkan kisaran sekitar Rp653 ribu hingga Rp938 ribu per bulan untuk skenario 180–900 km EV. Jika sebagian besar perjalanan dapat dilakukan secara listrik, biaya energi teoritis bisa lebih rendah.

Angka tersebut merupakan estimasi berbasis asumsi, bukan janji biaya aktual atau pengganti uji konsumsi. Cara paling akurat untuk menghitung biaya kendaraan adalah mencatat pemakaian listrik dari meter atau charger dan jumlah BBM yang dibeli dalam beberapa bulan pertama.

Untuk mengenal produk lebih jauh, baca juga artikel Momorev tentang spesifikasi dan teknologi JAECOO J8 SHS-P ARDIS, serta fitur ADAS pada JAECOO J7 SHS-P.

Referensi

Lanjutkan: Pelajari detail JAECOO J8 SHS-P ARDIS, lalu minta informasi atau jadwalkan test drive melalui Momorev. Ketersediaan unit dan jadwal akhir dikonfirmasi dealer.

By admin

One thought on “Biaya Operasional JAECOO J8 SHS-P ARDIS: Simulasi Listrik dan Bensin per Bulan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *